25 Jamaah Umroh Jakarta Terlantar di Jeddah, Kemenag Panggil Yasmira dan Edipeni

25 Jamaah Umroh Jakarta Terlantar di Jeddah, Kemenag Panggil Yasmira dan Edipeni

Ilustrasi : sebanyak 25 orang jamaah umroh asal Jakarta terlantar di Jeddah/istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Terkait adanya laporan 25 jemaah umrah asal Jakarta yang diduga terlantar di Jeddah, pihak pemerintah melalui Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama hari ini memanggil PT Yasmira selaku Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan PT Edipeni selaku provider visa. 

“Hari ini kami panggil keduanya untuk dimintai penjelasan dan klarifikasi,” ungkap Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim di Jakarta, Rabu (02/01).

Temuan awal, pihak Kemenag menyebut keberangkatan jemaah ini difasilitasi oleh PT Yasmira. Jika benar, berarti Yasmira telah memfasilitasi keberangkatan jemaah Bahira Travel yang belum memiliki izin. Edipeni selaku provider juga mau menerbitkan visa karena melihat PT Yasmira.

Arfi mengaku mendapat laporan dari salah satu jemaah pada Minggu, 30 Desember 2018, malam. Sejak itu, timnya langsung berkomunikasi dengan PT Yasmira dan Edipeni untuk melakukan pemetaan masalah. Dari proses itu, diketahui bahwa jemaah membayar paket biaya umrah sebesar Rp35juta kepada Bahira Travel, perusahaan travel dengan status non PPIU alias tidak berizin. 

Menurutnya, 25 jemaah umrah ini berangkat ke Arab Saudi pada 23 Desember 2018 pukul 14.25 WIB dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 970 menuju Madinah. Keberangkatan mereka difasilitasi oleh PT. Yasmira yang berkedudukan di Medan. Sementara untuk penerbitan visa mereka, difasilitasi oleh PT Edipeni selaku provider.

Arfi menegaskan, jika terbukti melakukan kesalahan, tentu keduanya akan mendapatkan sanksi. Pasal 41 ayat (4) Peraturan Menteri Agama No 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah mengatur bahwa Dalam hal PPIU meminjamkan legalitas  perizinan umrah kepada  pihak  lain  untuk  menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah, dikenakan sanksi pencabutan izin penyelenggaraan.

Jika terbukti melanggar, PT Edipeni selaku provider  visa  juga akan dikenakan sanksi. Pasal  27  ayat  (3) mengatur bahwa provider harus memastikan pengurusan visa Jemaah hanya kepada PPIU. Selain itu, provider juga harus memastikan tiket jemaah ke dan dari Arab Saudi. Jika ini terbukti dilanggar, sanksi yang diberikan bisa berupa tidak dapat diberikan pengesahan kontrak sebagai syarat menjadi provider visa untuk paling lama 2 (dua) kali musim umrah (pasal 41 ayat 5).

Terkait nasib jemaah, Arfi memastikan bahwa mereka akan segera dipulangkan dan diperkirakan sampai di Jakarta pada 3 Januari 2019. “Selaku pihak yang menerbitkan visa, PT Edipeni berkewajiban untuk memulangkan mereka,” tandasnya.

 

Penulis: Addo
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });