Izin Dicabut, Berikut Langkah BOLT Kembalikan Pulsa Pelanggan

Izin Dicabut, Berikut Langkah BOLT Kembalikan Pulsa Pelanggan

BOLT buka 28 gerai pelayanan refund pulsa pelanggan /istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Jumat (28/12) Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hari ini resmi mencabut izin  penggunaan pita frekuensi Radio 2,3 GHz terhadap tiga operator telekomunikasi, yakni PT. Internux (Bolt), PT. First Media, Tbk., serta PT. Jasnita Telekomindo.

Langkah tersebut diambil dikarenakan dikarenakan ketiga operator itu tidak dapat memenuhi kewajibannya membayar Biaya Hak Penggunaan spektrum frekuensi radio kepada negara. 

Selain itu, KOMINFO juga meminta kepada operator telekomunikasi tersebut untuk menindaklanjuti tata cara pengembalian pulsa dan kuota milik  pelanggan serta hak-hak pelanggan lainnya apabila masih terkait.

Salah satunya dengan meminta para operator membuka gerai layanan klaim para pelanggan menyusul pencabutan izin tersebut.Sejak tanggal 19 November 2018 lalu, Kementerian Kominfo telah melarang ketiga operator telekomunikasi tersebut untuk menambah pelanggan baru dan meminta menghentikan aktivitas top up paket atau kuota data.

Menanggapi hal tersebut, PT Internux (Bolt) dikabarkan akan segera membuka 28 gerai pelayanan klaim tersebut yang tersebar di Jabodetabek dan Medan. 

"Kami sudah menerima Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika terkait hal ini BOLT pastikan akan memenuhi kewajibannya kepada seluruh Pelanggan aktif Bolt, baik prabayar maupun pascabayar," sebut Direktur Utama PT Internux Dicky Mochtar dalam siaran persnya.

Penulis: Addo
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler