Festival Arsa Bhuwana: "Selaras dengan Alam dapat memberi Keberkahan Berlimpah"

Festival Arsa Bhuwana:

Festival Arsa Bhuwana di Pulau Bali.

JAKARTAINSIGHT.com | Rangkaian acara Festival Arsa Bhuwana (FAB) 15-17 dan 22 Desember 2018 diawali dengan pengenalan keindahan Banjar Belulang, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali. Dengan area persawahan berundak-undak dan sumber air berlimpah sepanjang tahun yang tidak pernah berhenti, Belulang juga memiliki sumber mata air panas belerang alami.

Transformasi Sawah Selaras Alam

Kekayaan alam ini selayaknya dijaga kelestariannya oleh semua pihak, dan KOI-Komunitas Organik Indonesia melalui Yayasannya (YKOI) berinisiatif untuk ikut serta menjaganya. YKOI memulainya dengan mentranformasi sawah di Belulang yang masih menggunakan urea, pestisida dan membakar jerami dengan Sawah Selaras Alam yang menggunakan Mikro Organisme Lokal, Kompos, dan menerapkan System of Rice Intensification (SRI) Organik

Festival pada tanggal 15 - 17 Desember menunjukkan hasil tanaman padi yang ditanam sejak tanggal 30 Agustus yang lalu. Sudah terlihat bahwa padi pada SSA menunjukkan anakan yang lebih banyak, batang padi yang masih hijau walaupun malai sudah berisi dan merunduk, serta jumlah bulir padi pada setiap malai yang lebih banyak pula.

Upacara Sakral pada Festival Arsa Bhuwana

Pada tanggal 22, FAB di sakralkan dengan dua Upacara penting pada pertanian padi di Bali. Yaitu Upacara Ngusaba dan Upacara Uma Wali. Upacara Ngusaba adalah ungkapan rasa syukur atas panen SSA yang dihasilkan, dimana Upacara Uma Wali adalah upacara menyelaraskan alam dan memanggil burung hantu untuk bekerjasama menjaga sawah terhadap serangan tikus.

Ada 12 Mangku Tri Khayangan yang memimpin doa selama upacara berlangsung, membuat suasana FAB semakin khidmat dan syahdu. Berbagai persembahan dihaturkan di meja doa sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap keberkahan alam.

Acara dilanjutkan dengan presentasi laporan kegiatan SSA sejak awal persiapan hingga padi siap panen saat ini. Beberapa contoh padi SSA di pajang di sana untuk menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan padi konvensional. Para tamu undangan yang terdiri dari Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kebudayaan, Ibu Camat, Bpk Tjok De Kerthyasa, dan tamu-tamu penting lainnya diajak untuk melihat hasil dari SSA.

Tidak kurang pula berbagai penampilan kesenian, seperti Bale Ganjur, Tari Rejang Renteng lengkap dengan Gamelan dan Tari Topeng menghiasi Festival selaras alam ini.

Sajian Makanan Khas dari Alam

Untuk menghargai kehadiran para tamu Festival, panitia menyediakan berbagai makanan khas Belulang - Bali yang dipanen segar dari alam, seperti Sayur Pakis, Lawar Klungah (Kelapa Muda), Sambal Kecicang (Kecombrang), Sayur Daun Belimbing, Sayur Daun Singkong, Lawar Lindung, dan Ayam Betutu. Semua ini disajikan segar dan berlimpah.

Acara ditutup dengan kata penutup dari pejabat desa, yang mengapresiasi inisiasi Subak Peselatan untuk menerapkan Sawah Organik dengan metode SRI di Banjar Belulang ini.

Diharapkan kedepannya, ini bukan hanya sebagai pameran saja. Ini adalah awal kerja sebenarnya, dalam menerapkan pertanian ramah lingkungan dan selaras alam di Indonesia dimulai dari Banjar Belulang

Semoga, program SSA berlanjut dan semakin berkembang. Semakin bertambah pula masyarakat tani yang berkenan merubah sawah konvensionalnya menjadi sawah selaras alam.

Program ini didukung oleh: Jro Nyoman Alep?Tjok De?Aliksa Organik?Krama Subak Peselatan ? TeloBag?Khaya?Gapet ? Daurie Bintang ?Dharma Kitchen ?Natura Lova ? World Wildlife Fund ? World Woman Leading Change.

Penulis: Iwan
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler