Rumah Tapak Harga Rp136 Jutaan di Maja Bisa Jadi Alternatif Masyarakat

Rumah Tapak Harga Rp136 Jutaan di Maja Bisa Jadi Alternatif Masyarakat

Ilustrasi proyek pembangunan perumahan/Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Kebutuhan akan tempat tinggal bagi masyarakat adalah hal yang terbilang penting. Namun jika dilihat dari harga properti yang dipasarkan pengembang bisa dibilang cukup berat dirasakan sebagian kalangan untuk bisa memiliki rumah impian tersebut.

Kebanyakan untuk rumah tapak dipasarkan mulai dari Rp250 jutaan ke atas. Bagi masyarakat berpenghasilan kurang dari Rp5 juta perbulan rasanya akan kecil kemungkinan mendapatkan tempat tinggal yang diimpikan. Sebab dari penghasilan tersebut harus dibagi untuk keperluan atau pembiayaan yang lain.

Salah satu pengembang properti Tanah Air,  PT Bintang Energi Lestari, tengah mengembangkan kota baru secara bertahap seluas 1.500 haktare (ha) di Maja, Lebak, Banten. Perumahan ini mengusung konsep arsitektur Islam modern.

Rumah tapak yang tengah dikembangkan pada tahap pertama itu dipasarkan dengan harga mulai dari Rp136,4 juta untuk unit rumah mulai tipe Melati I 22/60, dan akan dibangun dua klaster sebanyak 2.051 unit.

Harga rumah tersebut jauh lebih murah dari ketentuan fasiltas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) seharga Rp 144 juta.

"Harga tanah per meter kita masih Rp 800 ribu, jauh lebih kompetitif dengan perumahan yang dikembangkan pengembang lain sebesar Rp 1,5 juta," terang Direktur Utama PT Bintang Energi Lestari, Ishak dikutip dari Liputan6, Rabu (19/12/2018).

Ia juga menjelaskan bahwa pembiayaan pembangunan perumahan Bintang Maja Lestari ini berasal modal internal perusahaan dan pinjaman investment banking. Untuk pembangunan konstruksi bangunan dan infrastruktur dibiayai Fath Banking sebesar USD 20 juta atau setara Rp 290 miliar (kurs Rp 14.500).

Selain itu, lanjut Ishak, pihaknya juga memberikan diskon 5 persen, tanpa harus membayar booking fee. Adapun uang muka atau down payment (DP) yang harus dibayar hanya 10 persen. Selain bekerja sama PT Bank Tabungan Negara (BTN), pengembang juga mengaet bank BNI dan BRI.

"Kita juga akan bekerja sama dengan sejumlah bank syariah," kata dia.

Meski terbilang murah, Ishak menegaskan tidak akan mengorbankan kualitas, dan akan membangun infrastruktur serta transportasi untuk memudahkan penghuni. 

"Kami berencana membangun infrastruktur berupa sumber atau penampungan air dan shuttle bus ke stasiun kereta yang hanya membutuhkan waktu 10 menit saja," tuturnya. 

Menurut Ishak, Kabupaten Maja Banten dijadikan target Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai kota baru yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019. Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah tengah dibangun akses tol dan stasiun kereta dan menuju Jakarta.

"Bahkan, Lion Air juga sudah berencana membangun Bandara Udara, untuk mengurangi beban di Bandara Udara Sukarno Hatta, Cengkareng," tandas Ishak. 

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler