Afghanistan Tetapkan Pemilu di Tengah Pembicaraan Taliban dengan AS

Afghanistan Tetapkan Pemilu di Tengah Pembicaraan Taliban dengan AS

Pemilu di Afghanistan/Istimewa

 

JAKARTAINSIGHT.com | Komisi pemilu Afghanistan tetapkan pemilihan presiden pada 20 April tahun depan. Penetapan pemilu tersebut diumumkan di tengah pembicaraan antara Taliban dengan Amerika Serikat.

Gulajan Abdulbadi Sayad, kepala Komisi Independen Pemilihan mengatakan saat jumpa pers di ibukota Kabul, pendaftaran 12 hari untuk kandidat presiden diperkirakan akan dimulai minggu depan.

"Semua persiapan yang diperlukan dan rencana aksi sudah ada. Segera perekrutan staf untuk pemilihan presiden juga akan dimulai," katanya, dikutip Al-Jazeera, Senin (17/12/2018).

Dia berjanji hasil pemilihan presiden 20 April akan keluar pada bulan Juni.

Pemilihan presiden 2014 di Afghanistan dirusak oleh klaim yang tersebar luas tentang ketidakberesan, mengancam perang sipil lain, sebelum saat itu - Menteri Luar Negeri AS John Kerry, mengintervensi dan meyakinkan dua saingan utama - Presiden saat ini Mohammad Ashraf Ghani dan CEO pembagian kekuasaan Abdullah Abdullah - untuk membentuk pemerintah persatuan nasional.

Kantor Ghani mengatakan dia akan mencari istilah lain. Harapan yang diumumkan lainnya termasuk Mohammad Haneef Atmar, mantan penasehat keamanan nasional lama yang berpisah dengan Ghani pada bulan Agustus dengan alasan "perbedaan serius".

Sementara mengenai pertemuan Taliban dengan AS, perwakilan Taliban Afghanistan dan pejabat AS bertemu di Uni Emirat Arab pada hari Senin di tengah langkah diplomatik menuju pembentukan dasar pembicaraan untuk mengakhiri perang 17 tahun di Afghanistan.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan perwakilan dari Arab Saudi, Pakistan dan Uni Emirat Arab juga akan mengambil bagian dalam diskusi, yang mengikuti setidaknya dua pertemuan antara pejabat Taliban dan utusan khusus perdamaian AS Zalmay Khalilzad di Qatar.

Dia mengatakan pembicaraan sudah dimulai dan bisa memakan waktu.

Kedutaan AS di Kabul tidak akan mengkonfirmasi pertemuan apa pun yang sedang berlangsung.

Upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik telah meningkat, meskipun Taliban telah menolak untuk berurusan langsung dengan pemerintah yang diakui secara internasional di Kabul, yang dianggap sebagai rezim asing yang tidak sah.

Taliban, yang berusaha menerapkan kembali hukum Islam yang ketat setelah penggulingan tahun 2001, mengatakan kehadiran pasukan internasional di Afghanistan adalah penghalang utama bagi perdamaian.

Bahkan ketika proses perdamaian mengumpulkan momentum, pertempuran terus berlanjut dengan banyak korban di kedua pihak.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler