Bantah Tuduhan Money Politic, Caleg PAN Mandala Shoji Ajukan Esepsi

Bantah Tuduhan Money Politic, Caleg PAN Mandala Shoji Ajukan Esepsi

Mandala Shoji didampingi kuasa hukumnya ajukan eksepsi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. (Addo/jakartainsight.com)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Mengaku keberatan dengan dakwaan pelanggaran kampanye,  Caleg DPR RI Dapil 2 DKI Jakarta dari PAN yang presenter program ‘Bagi-bagi Rumah’ Mandala Shoji hari ini (Rabu 12/12) mendatangi kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan agenda pembacaan esepsi.

Didampingi kuasa hukumnya Muhammad Rullyandi SH. MH, Mandala tiba di pengadilan sekitar pukul 11.00 wib saat ditemui awak media mengatakan,

"Perlu saya sampaikan bahwa saya tidak mengetahui kalau tim penyelenggara tidak izin lokasi, tidak izin Panwaslu dan tidak izin Bawaslu. Jika menyangkut kampanye, selama ini tim sukses saya selalu mengikuti prosedur yang berlaku, seperti mengikutsertakan PPL, Panwaslu serta izin sesuai prosedur,” ungkap Mandala.

“Jadi kehadiran saya hanya dalam posisi memenuhi undangan warga bersama rekan partner satu partainya. Karena proses acara dan aktivitas di dalam acara tersebut dilakukan dari tim caleg DPRD DKI. Saya juga merasa kaget dituduh money politic oleh media dan dipanggil juga oleh Bawaslu,” ungkap Mandala.

Sementara itu, pihak kuasa hukum mandala terkait hal tersebut menambahkan, “Kami merasa keberatan atas penuduhan pelanggaran kampanye berupa money politik yang disangkakan kepada kliennya. 

Karena dalam surat dakwaan tersebut seolah-olah Mandala sebagai terdakwa pertama yang mengetahui atas peristiwa itu, dan saudara Lucky terdakwa kedua. Posisi Mandala sebagai tamu yang hadir atas undangan, dan ini harus clear,” ungkap Muhammad Rullyandi.

"Saya ingin menyampaikan, bahwa kapasitas Mandala saat itu hanya sebatas tamu undangan terkait persiapan penyelenggaraan acara itu dari tim caleg DPRD DKI, Lucky Andriani dan bukan inisiatif Mandala dan ini beda tim,” ungkap Muhammad.

Sebelumnya, Mandala Shoji dilaporkan Panwas Kelurahan Galur saat berkampanye di pasar Gembrong, Kebayoran Lama , Johar Baru pada 19 Oktober lalu. 

Bawaslu menegaskan ada dua dugaan kesalahan yang dilakukan oleh Mandala dan Lucky.

"Satu, kampanye tanpa pemberitahuan. Dua pembagian voucer umrah gratis yang menurut caleg tersebut dianggap bahan kampanye, padahal pembagian voucer umrah tersebut adalah menjanjikan," kata anggota Bawaslu Puadi kepada wartawan, Selasa (11/12/2018).

 

Penulis: Addo
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler