Terkenal Sebagai Umpatan Khas Surabaya, Ternyata Begini Asal Muasal Jancuk!

Terkenal Sebagai Umpatan Khas Surabaya, Ternyata Begini Asal Muasal Jancuk!

Foto dokumentasi: Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Jancuk, kata umpatan yang terkenal dari daerah Jawa Timur ini sering kali diungkapkan untuk mengutarakan kekesalan atau kekecewaan terhadap sesuatu yang tidak mengenakkan.

Melansir Wikipedia, Jancok, dancok, atau disingkat menjadi cok (juga ditulis jancuk atau cuk, ancok atau ancuk, dan coeg) adalah sebuah kata yang menjadi ciri khas komunitas masyarakat di Jawa Timur, terutama Surabaya dan sekitarnya.

Menurut Kamus Daring Universitas Gadjah Mada , istilah “jancuk, jancok, diancuk, diancok, cuk, atau cok" memiliki makna “sialan, keparat, brengsek.

Namun tahukah kalau ternyata kata tersebut sebenarnya bukanlah umpatan, melainkan memiliki fakta sejarah dan sudah ada zaman penjajahan dahulu.

Dari penelusuran redaksi ditemukan bahwa kata jancuk adalah nama dari seorang pelukis asal Belanda bernama Jan Cox, ia lahir di Den Haag, 27 Agustus 1919.

Jan Cox adalah seniman lukis yang terkenal di Belanda dan Belgia karena karyanya yang fenomenal, namun ia sama sekali belum pernah menginjakkan kakinya di Indonesia. Selain itu karyanya pun tidak sampai ke bumi Nusantara.

Lalu bagaimana bisa nama pelukis Belanda itu bisa disebut-sebut di Indonesia, khususnya daerah Surabaya, Jawa Timur?

Kisahnya dimulai dari kedatangan pasukan NICA Belanda yang membonceng tentara Inggris ke Surabaya untuk melucuti tentara Jepang, nah di salah satu tank mereka tertulis nama Jan Cox.

Kala itu menulis sebuah nama di fasilitas perang seperti tank, pesawat atau bom sekalipun memang sebuah kelaziman dilakukan para tentara Zaman Perang Dunia II.

Kemungkinan tentara asal Belanda yang mengawaki tank itu sangat mengidolai seniman lukis bernama Jan Cox, hingga namanya ditulis di badan tank berjenis M3A3 Stuart buatan Amerika Serikat yang menjadi inventaris Belanda.

Pendaratan NICA dan Inggris di Surabaya menyebabkan pecahnya pertempuran 10 November 1945. Para Tentara Keamanan Rakyat (TKR/sekarang TNI) kemudian melihat tulisan Jan Cox di badan tank Stuart.

Sejak saat itu nama Jan Cox jadi identifikasi para prajurit TKR ketika ada tank musuh datang dan juga mengungkapkan kekesalan mereka lantaran harus berhadapan dengan kendaraan lapis baja.

Perlu diketahui pada masa itu TKR tidak dibekali senjata anti tank, sehingga akan menyulitkan jika harus melawan kendaraan lapis baja milik musuh

Pada masa pertempuran kala itu tank milik Belanda banyak hilir mudik, lalu prajurit Indonesia kerap meneriaki kata Jan Cox, Jancox! Maksudnya memberitahu kalau ada tank musuh datang.

Nah seiring berjalannya waktu, penggunaan kata Jan Cox menjadi bahasa serapan masyarakat Surabaya dan sekitarnya hingga sekarang serta berubah kosakata menjadi “jancuk” yang merupakan umpatan khas Jawa Timur.

Penulis: Addo
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler