Anomali di Tengah Menjamurnya Industri Fintech

Anomali di Tengah Menjamurnya Industri Fintech

Gambar (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Bergesernya pola hidup konvensional ke digital, membuat sejumlah industri mulai mengembangkan bisnis ke arah digital, salah satunya yakni industri fintech yang kian menjamur di tanah air.

Seiring derasnya pertumbuhan fintech tanah air, bebrapa waktu belakangan mulai memunculkan sebuah anomali bagi para konsumen. Dibalik kemudahan serta efisinsi waktu, permasalahan lain juga mulai muncul ke permukaan khususnya bagi para konsumen, diantaranya bervariasinya besaran bunga fintech.

Dilansir dari data YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), aduan masyarakat terkait fintech merupakan yang paling banyak yakni hingga 200 aduan. "Yang paling banyak itu adalah fintech. Bisa 40 persen," ungkap Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurut Tulus, adsuan konsumen fintech diantaranya menegenai  suku bunga yang diterapkan terlalu tinggi, yaitu di kisaran 10-30 persen. Untuk itu pihaknya mendesak OJK (otoritas Jasa Keungan) untuk jelih dan mengambil langkah. 

"Kami mendesak OJK untuk melakukan action yang lebih tegas untuk memblokir fintech yang tidak berizin, tapi sudah beroperasi. Kedua, sanksi tegas fintech yang sudah berizin tapi melanggar ketentuan. OJK harus turun tangan, kalau tidak bubarin saja OJK kalau tidak bisa atur," lanjut Tulus.

"Karena di tengah literasi yang rendah, konsumen tereksploitasi bunga dan denda yang tak masuk akal. Jangan sampai fintech menjadi rentenir online," tambah Tulus.

Lebih jauh Tulus juga mengingatkan,  agar konsumen lebih berhati-hati dan jeli dalam membaca syarat dan ketentuan sebelum menggunakan layanan fintech.

 

Sumber : berbagai sumber

 

Penulis: Addo
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });