Kini Menjadi Konglomerat Ada Sekolahnya, Simak Informasi Berikut!

Kini Menjadi Konglomerat Ada Sekolahnya, Simak Informasi Berikut!

Banner Sekolah Konglomerat

JAKARTAINSIGHT.com | Bisnis Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tengah tumbuh pesat saat ini membuat pelaku usaha berlomba-lomba dalam mengembangkan dan memajukan bisnisnya tersebut.

Fenomena maraknya bisnis UMKM Tanah Air dilihat sebagai sebuah potensi yang harus didukung penuh oleh berbagai pihak. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan memberikan edukasi akan bagaimana membangun bisnis dengan baik.

Untuk itu, seorang pengusaha Indonesia Mardigu Wowiek Prasantyo menginisiasi sekolah untuk UMKM guna memberikan pemahaman secara luas tentang membangun dan mengelola bisnis UMKM.

"Semakin banyak pengusaha UMKM adalah kabar bagus. Namun data mengatakan bahwa 80% perusahaan muda gagal berkembang. Bahkan mati sebelum tahun pertamanya," kata Mardigu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/11/2018).

Ia juga menuturkan pengalamannya selama menjalankan usahanya, dimana ada banyak faktor yang mempengaruhi sukses atau tidaknya UMKM, seperti diantaranya adalah pemasaran dan sumber daya manusia di dalamnya.

"Pengalaman saya 30 tahun berbisnis, saya percaya bahwa bisnis itu bukan apa yang dikerjakan, tapi siapa yang mengerjakan. Bukan apa bisnisnya, tapi siapa orang dibalik bisnis itu. Itu yang terpenting," kata pemilik 32 perusahaan multinasional ini.

Atas dasar persoalan tersebut, Mardigu menginisiasi sekolah khusus untuk pengusaha dan profesional yaitu Sekolah Konglomerat.

"Saya bercita-cita bisa membantu 1000 orang pengusaha bisa menjadi konglomerat. Bener-bener konglomerat. Bisnisnya banyak dan sukses, bisa menyerap ribuan tenaga kerja lokal, dan berkontribusi positif kepada masyarakat," kata Mardigu, yang juga pendiri Rumah Yatim Indonesia dengan 10.000 santri tersebut.

Ia pun memahami bahwa kebanyakan pengusaha itu orang-orang sibuk. Maka sekolah yang dibuatnya itu hanya diadakan selama tiga hari saja dan wajib menginap serta membawa laptop.

“Selama tiga hari full nanti, materi yang akan dibahas adalah full hardskill ilmu bisnis,” imbuhnya.

Tiga hari, lanjut Mardigu adalah waktu yang cukup. Kita ajarkan semua aspek ilmu yang dibutuhkan oleh UKM untuk tumbuh seperti menata organisasi usaha, memiliki hirarki team, pengembangan SDM, who do what who get what, masalah distribusi, masalah persaingan usaha, masalah market size, masalah birokrasi negara kita bahas semuanya.

Dalam mengajarkan ilmu tersebut, Mardigu akan ditemani oleh lima orang sahabatnya yang juga para profesional dan pebisnis senior di Indonesia, diantaranya Dr. Aviliani (Makro Ekonomi, Sekretaris Komite Ekonomi Nasional), Yuswohady (Chief Executive MarkPlus, Penulis 40 Buku tentang Marketing), James Gwee T.H., MBA (Service & Sales Expert), Andi Kartiko (Vice President TELKOMSEL CASH 2014-2015), dan Dr. Handry Satriago (CEO General Electic Indonesia).

Sekolah Konglomerat akan diadakan di Mercure Convention Centre, Ancol, Jakarta Utara pada hari Jumat sampai Minggu, 7 – 9 Desember 2018. Sebanyak 150 pengusaha dan profesional dari seluruh Indonesia akan ikut bergabung di sekolah ini.

“Saya sarankan kepada para profesional, dan pengusaha UMKM untuk bergabung di sekolah ini. Ilmu bisnis hardskill, dan network atau relasi bisnis bisa anda dapatkan secara bersamaan di sekolah ini,” pungkasnya.

Informasi lengkap mengenai sekolah konglomerat bisa Anda akses di Sekolah Konglomerat Bootcamp atau hubungi Ayu di ponsel +62812-2789-3337.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler