Refleksi 10 Tahun Yayasan Gugah Nurani Indonesia Ulas Isu Anak di Peringatan Hari Anak Global

Refleksi 10 Tahun Yayasan Gugah Nurani Indonesia Ulas Isu Anak di Peringatan Hari Anak Global

Perayaan Hari Anak Dunia dan Refleksi 10 Tahun Yayasan Gugah Nurani Indonesia

JAKARTAINSIGHT.com | Menginjak usianya yang kesepuluh, Yayasan Guguah Nurani Indonesia (GNI) menggelar kegiatan Refleksi 10 Tahun Yayasan Gugah Nurani Bangsa sekaligus peringatan Hari Anak Dunia 2018 yang berlangsung di Auditorium Gedung Perpustakaan Nasional,Jakarta pada Rabu 19 November 2018 kemarin dengan tema "Bersama Membangun Masa Depan”. 

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Setyo Warsono menyampaikan, "Selama 10 tahun terakhir, GNI Mengupayakan, Menghargai, Melindungi & Memenuhi Hak Anak melalui program pengembangan masyarakat dan keluarga mereka untuk hidup sehat, mandiri, berpengetahuan luas agar bebas dari kemiskinan secara ekonomi maupun akses kesejahteraan. Memastikan hak setiap anak untuk hidup, berpendidikan, bertumbuhkembang dan terlindungi adalah kunci untuk pertumbuhan dan kesuksesan suatu bangsa."

 

"Bersamaan dengan Perayaan Hari Anak Universal tahun 2018, GNI melihat kembali 10 tahun sejarah bermitra dengan pemerintah dan lembaga lain, menjangkau puluhan ribu anak-anak dukungan di seluruh Indonesia dengan bantuan pembangunan dan kemanusiaan," ujar Setyo.

Setyo juga menambahkan, Saat ini, GNI juga bekerja dengan para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi anak-anak yang mungkin terabaikan dari kemajuan bangsa; mengadvokasi kebijakan dan program agar menjadi kepentingan terbaik untuk anak; memberikan bantuan teknis kepada pemerintah dan mitra lainnya; membangun kemitraan dan jaringan untuk mempromosikan hak-hak anak-anak Indonesia serta meningkatkan kapasitas staf GNI agar dapat bekerja secara efektif dengan mitra dalam dukungan keluarga dan masyarakat, terutama untuk anak-anak dan masyarakat yang paling rentan.

Pendekatan ini mencerminkan dan mendukung perbaikan terus-menerus praktik pembangunan GNI dalam berkontribusi pada kesejahteraan anak-anak dalam masyarakat secara berkelanjutan. Pendekatan GNI berakar pada dekade pengalaman GNI dengan perkembangan transformasional. Mengintegrasikan advokasi, kemitraan strategis, dan semua bagian lain dari GNI. Integrasi ini dilakukan dengan cara yang sesuai untuk setiap konteks, membangun aset lokal dan upaya yang ada pada kesejahteraan anak. 

Lebih lanjut, Setyo mengutarakan, "Adapun tujuan utama kami menggelar forum ini antara lain :

1. Menumbuhkan kesadaran, kesadaran dan peran aktif setiap individu, komunitas & lingkungan keluarga, masyarakat, dunia bisnis, media, pemerintah dan negara dalam menciptakan lingkungan yang berkualitas bagi anak-anak dan memberikan perhatian dan informasi seluas-luasnya kepada semua anak, keluarga dan lingkungan tempat anak hidup, bertumbuh dan berkembang.

2. Mendorong pengembangan kebijakan Pemerintah Pusat, Kabupaten/ Kota yang terdesentralisasi ke tingkat kecamatan dan desa/ kelurahan untuk memastikan pemenuhan hak-hak dan perlindungan anak.

3. Meningkatkan jaringan dan kemitraan antara GNI dan pemerintah, komunitas, termasuk organisasi komunitas, organisasi non-pemerintah, media dan dunia bisnis. 

Selain itu juga, kegiatan ini diharapkan Memberikan pemahaman bahwa anak adalah generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa dan oleh karena itu anak harus memiliki bekal keyakinan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan dan kesegaran jasmani agar tumbuh dan berkembang menjadi seorang yang sehat, cerdas, ceria, luhur dan cinta tanah air. Oleh karena itu, upaya pengembangan anak juga harus diarahkan untuk menginspirasi dan meningkatkan kesadaran akan hak, kewajiban dan tanggung jawab kepada orang tua, masyarakat, bangsa dan Negara.

Kemudian Mendorong pemerintah, dunia bisnis, lembaga dunia, pendidikan dan media untuk memimpin sektor untuk melakukan pekerjaan aktif yang berimplikasi pada pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan khusus anak-anak di sektornya masing-masing, serta mendorong terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030. 

 

Penulis: Addo
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler