Making Indonesia 4.0, Industri Makanan dan Minuman Sektor Prioritas

Making Indonesia 4.0, Industri Makanan dan Minuman Sektor Prioritas

Foto : Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Pada tahun 2017, industri makanan dan minuman sebagai penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas yang mencapai 34,33 persen. Di samping itu, pertumbuhananya sebesar 9,23 persen ataumengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2016 sekitar 8,46 persenOleh karena itu, Kementerian Perindustrian bertekad untuk semakin meningkatkan daya saingnya agar lebih kompetitif di pasar domestic maupun global.

“Di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, industri makanan dan minuman termasuk sektor yang akan diprioritaskan pengembangannya karena dipilih menjadi pionir dalam implementasi industri 4.0 di Tanah Air,” kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Abdul Rochim pada Forum Komunikasi Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) yang diselenggarakan oleh Humas Kemenperin di Jakarta, Kamis (26/7).

Kepada peserta Bakohumas, Rochim menyampaikan, industri makanan dan minuman nasional masih memiliki potensi pertumbuhan yang cukup baik karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar. ”Laju pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman pada triwulan I tahun 2018 mencapai 12,70 persen dan berkontribusi hingga 35,39 persen terhadap PDB industri non-migas,” ungkapnya.

Nilai ekspor produk makanan dan minuman termasuk minyak kelapa sawit pada tahun 2017 mencatatkan di angka USD31,7 miliar, sehingga mengalami neraca perdagangan yang positif apabila dibandingkan dengan impor produk mamin pada periode yang sama sebesar USD9,6 miliar.

Sementara itu, apabila dilihat dari perkembangan realisasi investasi sektor industri makanan dan minuman pada tahun 2017, yakni mencapai Rp38,54 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar USD1,97 miliar. “Dengan adanya kebijakan yang mendukung pengembangan industri makanan dan minuman. Kami optimitis, kinerja sektor ini di tahun 2018 bisa mencapai 8-9 persen, sebagai target moderat,” ungkap Rochim.

Untuk itu, mutlak dilakukan sinergi program dan kegiatan antara pemerintah dan stakeholder dalam pengembangan industri makanan dan minuman nasional, mulai dari mempermudah akses bahan baku, sistem logistik dan distribusi, serta kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menciptakan inovasi. “Upaya ini juga mendukung dalam penerapan industri 4.0,” imbuhnya.

 

Penulis: Addo
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 350

Sumber : Bank BTN

Tabel Pergerakan Dan Fluktuasi Kurs/harga Forex

Tabel dibawah akan menunjukkan berapa selisih dari kurs forex dalam suatu periode tertentu. Yaitu 4 jam, hari, minggu dan bulan. Selisih dihitung dari data terakhir yg diupdate oleh server.

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 408

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 410

http://www.seputarforex.com