Sidang Pembelaan Terdakwa Ijasah Palsu Batal Digelar

Sidang Pembelaan Terdakwa Ijasah Palsu Batal Digelar

 Fotografer : Addo Richard

JAKARTAINSIGHT.com | Sidang pembelaan kubu terdakwa kasus ijasah palsu STT Setia batal digelar PN Jakarta Timur pada hari Kamis (24/5/2018) kemarin. Sidang terpaksa ditunda hingga 2 pekan kedepan, pasalnya materi pembelaan terdakwa belum rampung. Sidang akan kembali digelar pada Senin, 4 Juni 2018 mendatang.

Ditemui di PN Jakarta Timur pada Kamis (24/5) kemarin,  kuasa hukum terdakwa Tommy Sihotang menyampaikan, “Supaya lebih mantap pembelaan kami, kami meminta waktu penundaan selama 1 minggu. Menurut kami, keterlaluan jaksa ini, tanpa melihat fakta-fakta persidangan, dia menuntut 9 tahun penjara,”

 “Coba dibayangkan,seseorang yang menyelenggarakan pendidikan kok dikriminalisasi, seharusnya pemerintah mendukung dan bukan dikriminalisasi. Yang kedua, terdakwa ini sudah pernah diadili dan dinyatakan bebas, masa negara ini mengejar warga negaranya sendiri, kami mau protes ini kepada Kejaksaan Agung maupun Kapolri, kayak tidak ada kerjaan ini Kejaksaan Agung mengkriminalisasikan orang yang menyelenggarakan pendidikan, mesti dipecat ini jaksa-jaksa yang menampung kasus dan membawa ke persidangan-persidangan ini,” ungkap Tommy.

Menanggapi laporan pihak pelapor, Tommy juga menambahkan,” Sebenarnya ini keterlaluan dan mengada-ada, sudah itu mengerahkan preman-preman dan sebagainya, ini persidangan apa ? sudah tidak ada lagi wibawanya ini pengadilan,” tambah Tommy.

Sementara itu, terkait penundaan sidang tersebut, Yusuf Abraham Sally selaku perwakilan korban menanggapi, “Kami tidak masalah dengan adanya penundaan ini kendati menurut kami sidang jadi berlarut-larut. Namun kami juga menghormati keputusan hakim menunda sidang ini dikarenakan pihak terdakwa belum siap menyampaikan pembelaannya.”

 “Sekali lagi kami tidak mempersoalkan penundaan sidang hari ini, menurut kami terdakwa juga kan warga negara yang memiliki hak untuk menyiapkan pembelaanya dengan baik,” ujar Yusuf.

“Yang terpenting buat kami, jaksa sebagai pengacara negara sudah menyampaikan tuntutan sudah sangat jelas, mereka (terdakwa) mau bela dan pada akhirnya meminta untuk dibebaskan, ya itu sah-sah saja,” tutup Yusuf.

Pada sidang sebelumnya yang digelar PN Jakarta Timur pada Senin, 21 mei 2018 kemarin, pihak JPU (Jaksa Penuntut Umum) menuntut terdakwa dengan hukuman 9 tahun penjara dan denda subsider sebesar 1 milyar.

Penulis: Addo
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Menhan Nyatakan Siap Perang Hadapi OPM
Kamis, 01 Maret 2018 12:56:24

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 350

Sumber : Bank BTN

Tabel Pergerakan Dan Fluktuasi Kurs/harga Forex

Tabel dibawah akan menunjukkan berapa selisih dari kurs forex dalam suatu periode tertentu. Yaitu 4 jam, hari, minggu dan bulan. Selisih dihitung dari data terakhir yg diupdate oleh server.

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 408

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 410

http://www.seputarforex.com