Semarak Lampion Warnai Ramadhan di Mesir

Semarak Lampion Warnai Ramadhan di Mesir

Beragam rupa lampion mewarnai sejumlah toko di Mesir. (Foto: Istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Ramadhan telah tiba, seluruh umat muslim menyambutnya dengan suka cita, tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh negara pun juga antusias dalam menyambut bulan penuh rahmat dan ampunan ini.

Menyambut Ramadhan di Tanah Air, masyarakat memenuhi pasar-pasar untuk membeli segala keperluan selama bulan puasa, seperti membeli perlengkapan untuk shalat tarawih, wewangian dan hiasan rumah.

Ternyata, masyarakat di Mesir tak jauh berbeda dengan masyarakat di Indonesia, disana orang berduyun-duyun ke pasar lokal untuk membeli lentera berwarna-warni, yang dikenal sebagai fanoos dalam bahasa Arab, untuk anak-anak mereka atau untuk menggunakannya sebagai hiasan untuk rumah dan tempat kerja.

Bagi orang Mesir, membeli fanoos hampir merupakan keharusan karena telah menjadi tradisi selama berabad-abad.

Lentera-lentera, sebagian besar buatan tangan, menghiasi jalan-jalan dan lorong-lorong sempit kota-kota Mesir selama bulan suci yang dimulai pada hari Kamis (17/5/2018).

Walaupun harus berdesakan di pasar lingkungan Sayyida Zainab, bazaar lentera terbesar di Kairo. Tetapi orang-orang tetap saja antusias dalam memilih lentera dengan kualitas terbaik meski harga lampion tahun ini melonjak naik.

"Saya mencari lentera berkualitas baik dan murah untuk keempat cucu saya," ungkap Reda Mohammed, seorang wanita berusia lima puluhan, kepada Xinhua ketika dia memasuki sebuah toko besar yang menjual lampion Ramadhan.

Sambil melihat-lihat lampion di toko, wanita pensiunan itu mengatakan, bahwa Ramadan tidak akan berarti tanpa membeli lampion untuk anak-anak kecil.

Fanoos berasal di Mesir selama khilafah Fatimiyah ratusan tahun yang lalu ketika mereka bertugas untuk menerangi jalan-jalan gelap tetapi kemudian menjadi mainan anak-anak tradisional untuk bermain di luar rumah pada malam Ramadhan.

Reda mengeluh tentang tingginya harga lentera tahun ini. Namun, dia harus membelinya karena itu merupakan kebiasaan yang diwariskan bagi sebagian besar Muslim Mesir.

"Tahun lalu saya membayar 20 pound untuk setiap lentera. Tahun ini harga barang yang hampir sama telah melebihi 30 pound," kata wanita itu.

 

Penulis: Ganest
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Krisis Kongo Dikhawatirkan Menuju ke Peperangan
Kamis, 08 Februari 2018 08:36:05

MRT Singapura Tabrakan, 25 Orang Terluka
Rabu, 15 November 2017 18:57:07

Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 350

Sumber : Bank BTN

Tabel Pergerakan Dan Fluktuasi Kurs/harga Forex

Tabel dibawah akan menunjukkan berapa selisih dari kurs forex dalam suatu periode tertentu. Yaitu 4 jam, hari, minggu dan bulan. Selisih dihitung dari data terakhir yg diupdate oleh server.

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 408

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 410

http://www.seputarforex.com