Besarnya Pertumbuhan E-Commerce Jadi Potensi Pos Logistik Nasional

Besarnya Pertumbuhan E-Commerce Jadi Potensi Pos Logistik Nasional

Seminar Nasional Kontribusi Industri Logistik untuk Ekonomi Digital di hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/5/2018). (Foto: Ganest/jakartainsight.com)

JAKARTAINSIGHT.com | Pertumbuhan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta bisnis e-commerce Tanah Air sedang bertumbuh pesat, hingga menuntut Pemerintah untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara komprehensif dalam rangka mendorong pembangunan nasional serta membuat peraturan atau kebijakan yang sejalan dengan perkembangan tersebut.

Dalam hal ini, tugas dan fungsi pemerintah untuk mendukung perkembangan TIK dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), khususnya Direktorat Pos.

Berdasar hasil kajian Ernst & Young (EY) berkerja sama dengan Kemenko Perekonomian dalam studi roadmap e-commerce Indonesia dinyatakan bisnis e-commerce Indonesia dari tahun 2015 diperkirakan meningkat dari 10 kali lipat pada tahun 2020, menembus valuasi USD 130 Miliar = Rp. 1.800 Triliun.

Hal tersebut dapat terwujud jika tercipta 1.000 digital teknopreneur dengan valuasi bisnis USD 10 Miliar = Rp 138 Triliun.

"Ini menjadi potensi besar bagi pos logistik nasional, namun e-commerce tersebut juga berhasil apabila didukung logistik yang kuat, pembangunan nasional saat ini juga mendukung pergerakan potensi e-commerce nasional," papar Ahmad Ramli, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan informatika Kementerian Kominfo dalam Seminar Nasional Kontribusi Industri Logistik untuk Ekonomi Digital di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, telah melakukan upaya pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, dan bandara yang akan memperkuat arus transportasi dan logistik ke depan.

Selain itu, Kementerian Kominfo ikut berperan dalam mendorong pembangunan broadband nasional melalui program percepatan 4G seluruh Indonesia, pembangunan Palapa Ring, pembangunan satelit multifungsi sehingga jaringan broadband dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Tentu ini akan menjadi arus data yang akan berfungsi menjadi pendukung arus logistik nasional.

Namun terdapat beberapa permasalahan yang timbul dengan tercerminnya dalam peringkat Indonesia berdasarkan Logistic Performance Index (LPI) dari tahun 2014 menduduki peringkat ke 53 menjadi 63 pada tahun 2016.

LPI memiliki enam indikator dalam penilaian yang menjadi indikator penilaian yang terdiri dari Customs, Infrastructure, International Shipment, Logistics Competency, Tracking and Tracing, and Timeliness.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 350

Sumber : Bank BTN

Tabel Pergerakan Dan Fluktuasi Kurs/harga Forex

Tabel dibawah akan menunjukkan berapa selisih dari kurs forex dalam suatu periode tertentu. Yaitu 4 jam, hari, minggu dan bulan. Selisih dihitung dari data terakhir yg diupdate oleh server.

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 408

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 410

http://www.seputarforex.com