Penempatan Buwas Sebagai Dirut BULOG Dinilai Tepat

Penempatan Buwas Sebagai Dirut BULOG Dinilai Tepat

Budi Waseso menempati jabatan baru sebagai Dirut BULOG.(foto/istimewa) 

 

JAKARTAINSIGHT.com | Kondisi persoalan pangan menjelang bulan Ramadhan dinilai banyak pengamat sangat krusial. Oleh karena itu momentum penempatan Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso (Buwas) sebagai Dirut Bulog menggantikan Djarot Kusumayakti dinilai tepat.

Menurut pengamatan Direktur Institut Agroekologi Indonesia (INAgri), Syahroni di Jakarta, Minggu,  pergantian Dirut Bulog dari  Djarot Kusumayakti kepada Budi Waseso (mantan Kepala BNN) diharapkan membawa harapan baik dalam mengatasi persoalan pangan nasional
.(antaranews.com)

"Ini tepat momentumnya apalagi menjelang waktu yang krusial yakni ramadan dan lebaran," kata Syahroni.

Selain itu, Syahroni juga menilai Buwas sebagai sosok yang tegas dan berani sehingga potensial untuk mampu memberantas mafia pangan hingga ke akar-akarnya.

"Latar belakang dan pengalaman Buwas menangani mafia pungli ketika di Bareskrim dan memberantas mafia narkoba ketika di BNN jadi modal pengalaman untuk membongkar mafia pangan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Syahroni juga mengatakan bahwa stabilitas harga pangan harus dapat dikendalikan oleh pemerintah dengan baik.

Hal ini mengacu pada harga beberapa komoditas pangan yang masih di atas harga acuan penjualan pemerintah sebagaimana diatur dalam Permendag Nomor 26 tahun 2017. 

"Jika kondisi demikian tidak dikendalikan menjelang bulan ramadan dan lebaran maka akan memiliki dampak ekonomi dan  politik negara ini. Bahkan ada kecenderungan isu pangan ini dipolitisasi oleh sekelompok orang," tambah Syahroni lagi.

Menyikapi kondisi ini kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang itu hendaknya pemerintah memiliki resep yang berkelanjutan untuk menstabilkan harga komoditas pangan. 

"Pemerintah perlu mengaktifkan satgas pangan untuk melakukan upaya-upaya komprehensif mengatasi harga pangan," katanya.

Pemerintah melalui lembaga terkait juga dinilainya perlu menginventarisir peta produksi komoditas pangan secara valid, mengatur jalur distribusi yang pendek, dan yang terpenting melakukan edukasi ke konsumen terkait harga acuan penjualan pemerintah. 

"Dengan demikian akan terjadi kesepahaman bersama soal harga komoditas pangan," katanya.

Berdasarkan pantauannya beberapa harga pangan di pasaran masih cenderung tinggi di antaranya harga daging ayam ras acuan 32.000/kg menjadi Rp34.150/kg, bawang merah acuan Rp32.000/kg di pasaran naik jadi Rp37.650/kg, dan telur ayam acuan Rp22.000/kg dipasaran Rp23.850/kg.

Penulis: Iwan
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Menhan Nyatakan Siap Perang Hadapi OPM
Kamis, 01 Maret 2018 12:56:24

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 350

Sumber : Bank BTN

Tabel Pergerakan Dan Fluktuasi Kurs/harga Forex

Tabel dibawah akan menunjukkan berapa selisih dari kurs forex dalam suatu periode tertentu. Yaitu 4 jam, hari, minggu dan bulan. Selisih dihitung dari data terakhir yg diupdate oleh server.

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 408

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 410

http://www.seputarforex.com