Iran Beri Peringatan Keras Kepada Trump

Iran Beri Peringatan Keras Kepada Trump

Ilustrasi: Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Diplomat tinggi Iran beri peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump jika ia masih meneruskan ancamannya untuk membatalkan perjanjian nuklir 2015 dalam waktu tiga minggu.

Dikatakan bahwa Trump akan menghadapi konsekuensi yang tidak akan menyenangkan bagi AS.

Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, memberi gambaran suram tentang prospek untuk kelangsungan hidup kesepakatan nuklir karena ancaman Trump yang akan dijatuhkan pada 12 Mei dengan menolak untuk melepaskan satu paket sanksi yang merupakan bagian integral dari perjanjian tersebut.

Zarif mengindikasikan bahwa jika AS secara efektif menarik diri, Iran akan menolak untuk tetap berada di dalam kesepakatan bersama Eropa, ia juga menyebut opsi itu sangat tidak mungkin.

"Sebuah opsi yang secara aktif dipertimbangkan oleh Teheran, sebaliknya, adalah menarik sepenuhnya dari kesepakatan dengan kembali ke pengayaan uranium. Proposal lain yang dilayangkan di parlemen Iran," kata Zarif, seperti dilansir The guardian, Minggu (22/4/2018).

Kepada media di New York, Zarif mengatakan, pemerintahan Trump memiliki opsi untuk menggugurkan kesepakatan, tetapi mereka harus menghadapi konsekuensi. Kami akan membuat keputusan berdasarkan kepentingan keamanan nasional kami.

"Ketika saatnya tiba, tetapi apa pun itu tidak akan sangat menyenangkan bagi Amerika Serikat, saya bisa mengatakan itu," tegasnya.

Pada Januari lalu Trump mengindikasikan akan menolak untuk menandatangani pembebasan sanksi terhadap Iran sampai pembaruan berikutnya pada 12 Mei kecuali Iran setuju untuk menerima aturan pembatasan baru.

Tapi Zarif menegaskan bahwa rezim Iran tidak memiliki niat untuk menerima tuntutan baru, dan mengubah argumen dengan menuduh Washington sudah melanggar kesepakatan, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).

Dia menuduh AS melakukan segalanya dalam kekuasaannya untuk mencegah Iran terlibat secara ekonomi dengan seluruh dunia, sehingga menghalangi Teheran dari mengambil manfaat dari pelonggaran sanksi yang diizinkan di bawah JCPOA.

Dia mengatakan itu dan langkah lain oleh AS sebesar pelanggaran kesepakatan yang telah berlangsung selama 15 bulan terakhir.

"Saya tidak berpikir bahwa negara yang telah melanggar setidaknya 15 bulan terakhir berada dalam posisi untuk membuat tuntutan baru," katanya.

Zarif berada di New York untuk menghadiri pertemuan PBB tentang pembangunan perdamaian. Dalam perjalanan enam hari di kota ia akan melakukan audiensi dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Krisis Kongo Dikhawatirkan Menuju ke Peperangan
Kamis, 08 Februari 2018 08:36:05

MRT Singapura Tabrakan, 25 Orang Terluka
Rabu, 15 November 2017 18:57:07

Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 350

Sumber : Bank BTN

Tabel Pergerakan Dan Fluktuasi Kurs/harga Forex

Tabel dibawah akan menunjukkan berapa selisih dari kurs forex dalam suatu periode tertentu. Yaitu 4 jam, hari, minggu dan bulan. Selisih dihitung dari data terakhir yg diupdate oleh server.

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 408

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 410

http://www.seputarforex.com