Nikmati Suasana Nyepi, Wisatawan Jalani Berbagai Aktivitas di Hotel

Nikmati Suasana Nyepi, Wisatawan Jalani Berbagai Aktivitas di Hotel

Petugas keamanan Adat atau Pecalang tengah berpatroli.(foto/istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Bali, yang terkenal dengan destinasi wisata baik bagi turis lokal maupun mancanegara tetap memegang teguh adat dan budaya, terlebih upcara keagamaan.

 

Dengan mayoritas penduduknya yang memeluk agama Hindu, tak heran bila perayaan Nyepi sebagai salah satu hari besar umat Hindu. Hal ini bukan hanya berlaku bagi masyarakat  lokal saja, melainkan berlaku untuk keseluruhan termasuk para turis.

 

Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1940 berlaku untuk seluruh Bali secara total.

 

Wisatawan domestik dan mancanegara dari berbagai daerah menikmati suasana Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1940 dari sejumlah hotel di kawasan Desa Adat Tuban, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu petang.

Total pada hari Sabtu bisa dikatakan aktivitas di Bali lumpuh total. Wisatawan tampak menikmati Hari Raya Nyepi dengan bersantai dan memanfaatkan berbagai fasilitas hotel, seperti kolam renang dan area bermain anak.

Sejumlah wisatawan juga tampak mengamati suasana jalanan yang lengang tanpa ada satupun pengguna jalan dari balik jendela hotel tempat mereka menginap.

Ima Adeline, wisatawan asal Manado, mengaku dirinya bersama keluarganya sangat menikmati suasana keheningan Nyepi meskipun dirinya hanya berada di dalam hotel.

"Rasanya tenang sekali, hening. Sudah dua kali saya datang ke Bali saat Nyepi, memang suasananya sangat berbeda," ujarnya.

Sejumlah pengelola hotel, juga membuat berbagai program saat Hari Raya Nyepi berlangsung. Hal tersebut karena para tamu hotel dilarang bepergian selama Umat Hindu menjalankan catur brata penyepian.

Berbagai kegiatan itu diantaranya seperti kegiatan melukis untuk anak-anak, yoga dan menonton film bersama saat malam hari.

"Memang kami mengadakan berbagai kegiatan selama Hari Raya Nyepi. Itu untuk mengantisipasi agar tamu kami tidak bosan. Yang terpenting tamu tetap dapat menjaga ketenangan," ujar Resa, karyawan salah satu hotel di wilayah Desa Adat Tuban.

Menjelang malam hari, Pecalang atau petugas keamanan adat Bali di Desa Adat Tuban mulai menggelar patroli berkeliling wilayah setempat.

Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra menjelaskan, patroli tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lampu rumah warga, termasuk kamar-kamar hotel yang dihuni wisatawan telah dipadamkan.

"Hal tersebut kami lakukan terkait dengan salah satu catur Brata penyepian yaitu, `amati geni` atau tidak menyalakan api termasuk menyalakan lampu selama Hari Raya Nyepi, selain itu kami juga antisipasi berbagai ancaman kriminalitas," ujarnya.

Penulis: Iwan
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 350

Sumber : Bank BTN

Tabel Pergerakan Dan Fluktuasi Kurs/harga Forex

Tabel dibawah akan menunjukkan berapa selisih dari kurs forex dalam suatu periode tertentu. Yaitu 4 jam, hari, minggu dan bulan. Selisih dihitung dari data terakhir yg diupdate oleh server.

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 408

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: op_link/o_detail.php

Line Number: 410

http://www.seputarforex.com