Transaksi Kartu Debit Dibilang Kena Pajak, Ini Penjelasan BCA

Transaksi Kartu Debit Dibilang Kena Pajak, Ini Penjelasan BCA

Ilustrasi electronic data capture BCA/istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Belum lama ini ada pengguna internet yang menyatakan bahwa transaksi kartu debit dikenai biaya atau pajak dengan menggunakan mesin electronic data capture (EDC).

Seorang warganet bernama Ali Asyhar melalui akun Facebook menyatakan, pada saat ke bank, yakni PT Bank Central Asia Tbk untuk mengurus mesin EDC, ia diajukan pertanyaan oleh pegawai bank.

"Bapak sudah tahu kalau setiap transaksi debit, mulai per Januari 2018 konsumen kena pajak/biaya 0,15 persen untuk sesama bank dan 1 persen untuk ATM bank lain," tulis Ali menirukan pertanyaan pegawai bank tersebut seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (9/2/2018).

Ia menyimpulkan, jika setiap transaksi Rp 1 juta, maka akan kena pajak atau biaya Rp 1.500 per transaksi. Ali pun akan menyampaikan kepada konsumen yang mau menggunakan kartu debit sebagai alat bayarnya.

Dirinya juga menilai ini adalah pendapatan yang lumayan untuk pemerintah. Sebab, akan banyak transaksi se-Indonesia di semua bank.

Atas informasi tersebut, Direktur BCA Santoso memberi tanggapan bahwa biaya tersebut bukanlah pajak, melainkan pemangkasan merchant discount rate (MDR) sebagai bagian dari Gerbang Pembayaran Nasional (GBN).

"Kadang-kadang terjadi informasi yang mismatch (tidak sesuai). Biaya tersebut merupakan bagian dari kebijakan BI, khususnya terkait transaksi kartu debit," kata Santoso.

Ketika kartu debet BCA ditransaksikan pada mesin EDC milik BCA, transaksi ini dinamakan transaksi onn , maka nasabah tidak dikenakan biaya. Namun, merchant atau toko dikenakan biaya 0,15 persen dari transaksi.

Perlu diketahui, Bank Indonesia (BI) telah memutuskan memangkas biaya MDR di kartu debet sebagai wujud dukungan implementasi program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Hal tersebut adalah bentuk dukungan untuk mendorong peningkatan transaksi nontunai.

Saat ini biaya MDR di merchant rata-rata berkisar 2 hingga 3 persen per transaksi. Namun dengan dikeluarkannya kebijakan baru, maka biaya MDR di merchant menjadi 1 persen.

Lebih lanjut, Santoso mengatakan biaya MDR tersebut digunakan untuk menjaga kesinambungan sistem pembayaran.

"Sesuai penegasan kami, hal ini adalah merchant discount rate (MDR). Jadi, beban toko dan bukan nasabah pengguna kartu debit," jelasnya.(gaf)

 

Sumber: Kompas.com

Penulis: Ganest
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler