Fantastis! Matang Sempurna Harga Durian Ini Saingi Mobil Mewah

Fantastis! Matang Sempurna Harga Durian Ini Saingi Mobil Mewah

Durian Kanyao dan pembelinya. (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Buah durian yang dikenal sebagai rajanya buah merupakan salah satu buah daerah tropis yang banyak diminati. Seperti di Indonesia, Thailand, dan Malaysia, bahkan hingga China, bila sudah musimnya maka buah durian banyak diburu dan dicari orang.

Durian bagi beberapa masyarakat di Eropa bukanlah buah yang disukai, karena aromanya yang dinilai terlalu menusuk.

Maka tak heran, bila di negara tropis seperti Thailand buah durian bukan hanya dikonsumsi saja, melainkan juga di konteskan bahkan sampai dilelang. Contohnya, baru-baru ini diberitakan ada sebuah durian terjual seharga 1,5 juta baht atau setara dengan Rp 681 juta dalam sebuah lelang di Thailand. Fantastis!!

Seperti dikutip dari Reuters, buah durian berjenis Kanyao ternyata merupakan salah satu jenis yang termahal di dunia. Saking mahalnya, durian Kanyao ini menarik banyak penawaran dari para pencinta buah dalam acara di Nonthaburi, Thailand.

Penyelenggara memetik durian itu sehari sebelumnya dari kebun terdekat di mana harga termurah dari durian Kanyao tersebut dibandrol sekitar 20 ribu baht atau sekitar Rp 9 juta.

Nah, salah satu dari buah durian mahal itu berhasil mengalahkan rekor tahun lalu, durian 800 ribu baht atau setara dengan Rp 362 juta di festival King of Durian 2018.

Durian Kanyao seharga Rp 681 juta ini memiliki nilai tinggi karena bentuk, berat dan kematangannya yang dinilai sempurna.

Bahkan dalam festival durian ini penyelenggara turut menghadirkan parade model untuk memamerkan buah durian yang diletakkan di atas bantal berwarna merah dan emas. Layaknya pelelangan barang antik atau permata bernilai tinggi, bantal tersebut berisi sembilan jenis durian, termasuk di antaranya durian jenis monthong, kanyao dan kop med tao yang harganya mencapai 300 ribu baht atau Rp 135 juta.

Adalah Maliwan Han Chai Tai, merupakan pemilik kebun Pa Toi Lung Mu yang menanam durian termahal itu mengatakan bahwa dia mengetahui kualitas durian Kanyao ini, tetapi dirinya tak menyangka akan harganya yang fenomenal tersebut.

"Saya tahu ini durian yang sangat istimewa tapi saya terpukau dengan nilai jualnya. Saya tadinya berpikir akan terjual seharga 1 juta baht, jadi rasanya senang karena harganya lebih dari itu," kata Maliwan.

Maliwan berharap pembeli bisa menikmati dengan puas durian itu.

"Jenis itu memang paling enak sedunia dan kami akan terus menanamnya," kata Maliwan menambahkan.

Pembeli durian Kanyao itu dibeli oleh seorang pengusaha lokal kaya raya. Total pelelangan senilai 4,5 juta baht akan diberikan kepada petani, sebagian disumbangkan pada yayasan lokal untuk membeli peralatan medis rumah sakit.

Durian kanyao dianggap terbaik karena rasanya yang manis serta tekstur yang lembut. Durian jenis itu sempat tidak ada selama beberapa waktu akibat banjir besar beberapa tahun lalu.
Sampai akhirnya perkebunan milik Maliwan Han Chai Tai itu adalah satu-satunya tempat yang kembali menanamnya.

Sebutir durian di Thailand biasanya dijual seharga 500 baht alias Rp 226.000. Banyak juga yang menjualnya di atas rata-rata tergantung dari beratnya, tapi di perkebunan Po Toi Lung Mu, durian Kanyo itu harganya dimulai dari 20 ribu baht per butir.

Penulis: Iwan
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });