Ini Alasan Google dan Apple Hapus TikTok di India!

Ini Alasan Google dan Apple Hapus TikTok di India!

Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Aplikasi berbagi video asal Cina TikTok kini tak bisa lagi dinikmati di India setelah diblokir Google dan Apple. Langkah itu dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan yang melarang pengunduhan aplikasi video tersebut.

TikTok, yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi video pendek dengan efek khusus, sangat populer di India tetapi beberapa politisi mengatakan isinya tidak pantas.

Sebuah pengadilan di negara bagian Tamil Nadu selatan meminta pemerintah federal pada 3 April lalu untuk melarang TikTok, dengan mengatakan hal itu mendorong pornografi dan memperingatkan bahwa pemangsa seksual dapat menargetkan pengguna anak.

Pemerintah federal mengirim surat yang meminta Apple dan Google untuk mematuhi perintah pengadilan negara, menurut seorang pejabat kementerian TI.

Pengamat mengatakan kepada Reuters pada Selasa (16/4/2019) bahawa Google memblokir akses ke TikTok di Play store-nya di India untuk mematuhi arahan pengadilan. Kemudian aplikasi itu hilang dari toko aplikasi Apple pada hari Rabu.

Google mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa itu tidak bukan lah tanggapan terhadap aplikasi individual tetapi mematuhi hukum setempat. Sementara Apple tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Seorang juru bicara untuk TikTok di India menolak mengomentari penghapusan aplikasi dengan mengatakan masalah itu masih di pengadilan.

Perusahaan memiliki keyakinan pada sistem peradilan dan "optimis tentang hasil yang akan diterima dengan baik" oleh jutaan penggunanya di India, tambahnya.

TikTok telah diunduh lebih dari 240 juta kali di India, perusahaan analisis aplikasi Sensor Tower mengatakan pada bulan Februari. Lebih dari 30 juta pengguna menginstal aplikasi pada Januari 2019, 12 kali lebih banyak dari pada bulan yang sama tahun lalu.

Bytedance menantang perintah larangan pengadilan negara bagian di Mahkamah Agung India pekan lalu, mengatakan hal itu bertentangan dengan kebebasan berbicara di India.

Pengadilan tinggi telah merujuk kasus itu kembali ke pengadilan negara bagian, di mana seorang hakim pada hari Selasa menolak permintaan Bytedance untuk menunda penahanan, kata K Neelamegam, seorang pengacara yang menentang Bytedance dalam kasus tersebut.

Pengadilan negara telah meminta pengajuan tertulis dari Bytedance dalam kasus ini dan telah menjadwalkan sidang berikutnya untuk 24 April.

Salman Waris, seorang pengacara teknologi di TechLegis Advocates & Solicitors, mengatakan tindakan hukum terhadap Bytedance dapat menjadi preseden pengadilan India yang melakukan intervensi untuk mengatur konten di media sosial dan platform digital lainnya.

"Perusahaan itu mempekerjakan lebih dari 250 orang di India dan memiliki rencana untuk investasi lebih banyak saat mengembangkan bisnis," katanya.

 

Penulis: Ganest
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler